iklan gw gan
[IMG]http://i32.tinypic.com/9gheo1.jpg[/IMG]
http://apps.facebook.com/easycash-usd/?refid=1680376811
kalo gak punya ym bisa chat disini gan... atau komentar disini gan... silahkan
page one
[IMG]http://i26.tinypic.com/rmr96f.jpg[/IMG]
wajib join dsni,,, karena siapa tahu anda akan menjadi org yg beruntung...daftar gratis untung melimpah..
web penghasil uang modal gratis
http://1080cash.com/?ref=c7807
http://okegratis.com/?ref=zamovic
http://GratisanShare.com/?ref=3266
http://untukblogger.com/?ref=zamovic
http://www.bigextracash.com/aft/32269fd8.html
http://interadmedia.com/index.php?ref=25788
http://www.paneniklan.com/index.php?r=2322
021-46771110
tolong klik iklan ane di blog ane
http://back-boys-girl.blogspot.com/
[spoiler=liat nih]page one hunter
[URL=http://img444.imageshack.us/i/pageone.jpg/][IMG]http://img444.imageshack.us/img444/6830/pageone.jpg[/IMG][/URL]
jual kaos couple keren murah cuma [URL="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5459170"]disini[/URL]
cuma online doang di bayar gan. cuma [URL="http://interadmedia.com/index.php?ref=25788"]disini[/URL]
liat blog gw nih
web [url]http://back-boys-girl.blogspot.com/[/url][/spoiler]
kelimax hunter
[URL=http://img29.imageshack.us/i/cimg0013d.jpg/][IMG]http://img29.imageshack.us/img29/9545/cimg0013d.jpg[/IMG][/URL]
back link gw nih

http://stoxem.com/?rix=zamovic
baju keren mas..design unik dan keren..standard distro lg.. harga terjangkau..lihat sini
huy.. i sell t-shirt so porn and funny... can you see at http://back-boys-girl.blogspot.com
jual madu murah langsung dari penyaringan curah madu murni alami tanpa pengawet, di jamin puas. dengan harga terjangkau lagi, kecil 25rb, sedang 30rb, besar 50rb. berminat hubungi kami di 08997505378 beli 12 gratis 1.. langganan bonus 1 setipa tahun klien sudah se-indonesia
mau baju unik dengan kata-kata yang keren dan berjiwa muda tapi agak porno? saya menyediakan baju itu.. bisa lihat2 dlu deh.. pesan 1 dpet sticker langsung.. mw hubungi 08997505378
seo monitor
yahoo
header bos
buat page rank..
iklan nih...
banner kita
infofad.com
adsense camp.com
klik ini untuk donasi
adsensecamp.com
kumpulblogger.com
http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=74530
negeriads.com
paneniklan.com
http://www.paneniklan.com/index.php?r=2322
ppcmuslim.com
adsentra.com
ip adress ketahuan
socints..
biindit.com
untuk anda yang ingin di pasang bannernya dsni silahkan hubungi kami di 0899 7505 378...
contoh ....
ad-u.com
spesika.com
indoadsense
Lomba Blogg UII
Itu pertanyaan yang pasti muncul di pikiran semua anak SMA atau bahkan anak SMP khususnya sih buat anak SMA yang bentar lagi mau LULUS.
Padahal dimanapun kita mencari ILMU asalkan kita punya niat yang benar plus semangat yang membara layaknya si JAGO MERAH yang membakar habis sebuah apartemen mewah…hehehe, tapi masalahnya sekarang banyak anak SMA yang pingin masuk ke PT (Perguruan Tinggi) yang berskualitas sangat alias lebih dan berkelas tentunya Cuma gara-gara Identitas Doank Ge To…!!
Itu pertanyaan yang pasti muncul di pikiran semua anak SMA atau bahkan anak SMP khususnya sih buat anak SMA yang bentar lagi mau LULUS.
Padahal dimanapun kita mencari ILMU asalkan kita punya niat yang benar plus semangat yang membara layaknya si JAGO MERAH yang membakar habis sebuah apartemen mewah…hehehe, tapi masalahnya sekarang banyak anak SMA yang pingin masuk ke PT (Perguruan Tinggi) yang berskualitas sangat alias lebih dan berkelas tentunya Cuma gara-gara Identitas Doank Ge To…!!
Contoh ni ya, misalnya ada temen loe yang nanya “ kuliah dimana loe…?? “
Buat loe yang masuk Universitas biasa atau bahkan di bawahnya alias ALAY…pasti bakal ngejawab dengan sedikit ragu atau bahkan loe malu buat jawab pertanyaan itu.
Tapi buat loe yang masuk ke Universitas yang Mantep alias yang berkualitas & berkelas loe pasti bakal ngejawab dengan tegas, santai plus rasa PD (percaya diri) yang luar biasa.
Nah buat loe yang ngerasa nggak PD karena kuliah di Universitas yang bisa di bilang kurang bergengsi…Come On Guys…JUST FORGET IT…
Nyadar donk…harusnya tuh loe pada bangga karena bisa masuk ke Universitas itu dengan Usaha loe sendiri, karena belom tentu temen loe yang masuk ke Universitas yang bergengsi & berkualitas itu masuk karena usaha sendiri. Jadi kita harus Husnudzan sama diri kita sendiri kalo ke orang lain sih waspada aja tapi jangan Suudzan …OK
Buat Loe loe yang masih bingung nentuin mau milih Universitas mana yang bagus buat Loe, nggak usah khawatir masih banyak jalan kayak kata pepatas “kegagalan adalah Enjoy yang tertunda” (ngasal)
Ini 10 besar Universitas terbaik di Indonesia menurut Webometrics Ranking of World Universities, Laboratorium Cybermetrics :
1. UGM (Universitas Gajah Mada)
2. ITB (Institut Teknologi Bandung)
3. UI (Universitas Indonesia)
4. UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)
5. UKRIP (Universitas Kristen Petra)
6. IPB (Institut Pertanian Bogor)
7. STT Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom)
8. UBRA (Universitas Brawijaya)
9. UNGUD (Universitas Gunadarma)
10. ITS (Institut Sepuluh November)
Biasanya Sih Universitas yang di sebut di atas udah jadi Universitas Idaman banyak siswa terutama siswa SMA, tapi itu baru menurut Webometrics Ranking of World Universities kalo menurut gue 10 Universitas terbaik tuh yang Ini nih…:
1. UI (Universitas Indonesia)
2. UBRA (Universitas Brawijaya)
3. UGM (Universitas Gajah Mada)
4. ITS (Institut Teknologi Sepuluh November)
5. ITB (Institut Teknologi Bandung)
6. UII (Universitas Islam Indonesia)
7. UNISBA (Universitas Islam Bandung)
8. IPB (Institut Pertanian Bogor)
9. UNEJ (Universitas Negeri Jember)
10. STT Telkom
Itu Universitas terbaik menurut gue ( nggak wajib di ikutin Cuma buat contoh acuan aja dalam memilih Universitas )
Dan biasanya ada beberapa hal yang harus jadi pertimbangan kalo mau milih sebuah Universitas, diantaranya :
a. Gedung & Fasilitas
b. Lokasi Universitas & keadaan lingkungan sekitarnya
c. Biaya Pendidikan (paling penting nih..)
d. Ketertiban plus kebersihan tempatnya ( bersihkan sebagian dari Iman…betul nggak..?? hehhe)
e. Lihat prestasi, kualitas, n keberhasilan alumninya..( yang ni nggak wajib )
Tapi akhirnya dimanapun loe menuntut ilmu loe harus very optimis, full semangat, plus niat n tawakal dalam menuntut ilmu. jangan lupa…!! Karena itu semuanya demi masa depan loe yang cerah atau agak cerah juga nggak apa apa yang penting jangan suram..hehehe n semoga ilmu yang loe dapet bisa bermanfaat bagi semua umat manusia…AMIen..!!
IKHTIAR PLUS TAWAKAL ADALAH PENTING
DON’T FORGET IT …OK
That’s All n Thank you
Created By : Abdurrahman Jundi
Beri Aku Nasihat …
Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat, “Saudaraku, beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya, sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras, bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat, saudaraku dimana saja.
Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat, dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki, seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. Bukan sebaliknya, menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. Fitrah dan kodratnya demikian.
Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat, dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki, seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. Bukan sebaliknya, menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. Fitrah dan kodratnya demikian.
Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Sudah jelas, jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. Tentu saja, karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar, filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati, mata da indera lainnya atau tidak.
Paul Madaule, Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics, mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah, dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). Ini menyadarkan kita, bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. Tentu saja, jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata), kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka, nyaris tanpa makna.
Di halaman lain buku tersebut, Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran, seseorang bisa mendapatkan energi baru, arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran, bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu?
Oleh karenanya, kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku, terus terang aku meminta, berlakulah adil kepada saudaramu ini. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan, agar aku mendapatkan suntikan energi, arah dan motivasi yang lebih segar. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr, bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. Artinya, jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini, adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. Tentu saja, ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci.
Bandingkan Cinta Anda Dengan Cinta-Nya!
Cinta adalah memberi, dengan segala daya dan keterbatasannya seorang pecinta akan memberikan apapun yang sekiranya bakal membuat yang dicintainya senang. Bukan balasan cinta yang diharapkan bagi seorang pecinta sejati, meski itu menjadi sesuatu yang melegakannya. Bagi pecinta sejati, senyum dan kebahagiaan yang dicintainya itulah yang menjadi tujuannya.
Cinta adalah menceriakan, seperti bunga-bunga indah di taman yang membawa kenyamanan bagi yang memandangnya. Seperti rerumputan hijau di padang luas yang kehadirannya bagai kesegaran yang menghampar. Seperti taburan pasir di pantai yang menghantarkan kehangatan seiring tiupan angin yang menawarkan kesejukkan. Dan seperti keelokan seluruh alam yang menghadirkan kekaguman terhadapnya.
Cinta adalah berkorban, bagai lilin yang setia menerangi dengan setitik nyalanya meski tubuhnya habis terbakar. Hingga titik terakhirnya, ia pun masih berusaha menerangi manusia dari kegelapan. Bagai sang Mentari, meski terkadang dikeluhkan karena sengatannya, namun senantiasa mengunjungi alam dan segenap makhluk dengan sinarannya. Seperti Bandung Bondowoso yang tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta.
Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. Cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah.
Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa, besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan.
Tentang Cinta itu sendiri, Rasulullah dalam sabdanya menegaskan bahwa tidak beriman seseorang sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. Al Ghazali berkata: "Cinta adalah inti keberagamaan. Ia adalah awal dan juga akhir dari perjalanan kita. Kalaupun ada maqam yang harus dilewati seorang sufi sebelum cinta, maqam itu hanyalah pengantar ke arah cinta dan bila ada maqam-maqam sesudah cinta, maqam itu hanyalah akibat dari cinta saja."
Disatu sisi Allah Sang Pencinta sejati menegaskan, jika manusia-manusia tak lagi menginginkan cinta-Nya, kelak akan didatangkan-Nya suatu kaum yang Dia mencintainya dan mereka mencintai-Nya (QS. Al Maidah:54). Maka, berangkat dari rasa saling mencintai yang demikian itu, bandingkanlah cinta yang sudah kita berikan kepada Allah dengan cinta Dia kepada kita dan semua makhluk-Nya.
Wujud cinta-Nya hingga saat ini senantiasa tercurah kepada kita, Dia melayani seluruh keperluan kita seakan-akan Dia tidak mempunyai hamba selain kita, seakan-akan tidak ada lagi hamba yang diurus kecuali kita. Tuhan melayani kita seakan-akan kitalah satu-satunya hamba-Nya. Sementara kita menyembah-Nya seakan-akan ada tuhan selain Dia.
Apakah balasan yang kita berikan sebagai imbalan dari Cinta yang Dia berikan? Kita membantah Allah seakan-akan ada Tuhan lain yang kepada-Nya kita bisa melarikan diri. Sehingga kalau kita "dipecat" menjadi makhluk-Nya, kita bisa pindah kepada Tuhan yang lain.
Tahukah, jika saja Dia memperhitungkan cinta-Nya dengan cinta yang kita berikan untuk kemudian menjadi pertimbangan bagi-Nya akan siapa-siapa yang tetap bersama-Nya di surga kelak, tentu semua kita akan masuk neraka. Jika Dia membalas kita dengan balasan yang setimpal, celakalah kita. Bila Allah membalas amal kita dengan keadilan-Nya, kita semua akan celaka. Jadi, sekali lagi bandingkan cinta kita dengan cinta-Nya. Wallahu a'lam bishshowaab
Baghdad, Kota Dengan Sejarah Panjang
Baghdad, Kota Dengan Sejarah Panjang
Baghdad mempunyai sejarah yang panjang dalam Islam. Baghdad diberi julukan sebagai Madinatus Salam atau kota perdamaian dan dijadikan sebagai ibukota kekhalifahan Islam Bani Abbasiyah. Adalah Harun Al Rasyid yang berhasil membawa Baghdad menjadi kota yang makmur. Beliau membawa Baghdad mengalami masa keemasan sebagai pusat kebudayaan dan perdagangan dunia Islam. Begitu pula ketika khalifah dipegang oleh Al Ma'mun, seni literatur, teologi, filosofi, matematika, dan ilmu pengetahuan lainnya mengalami masa kejayaan di kota Baghdad. Perlu dicatat bahwa Al Khwarizmi peletak dasar aljabar dalam matematika berasal dari Baghdad. Baghdad pun menjadi pusat ilmu pengetahuan dalam dunia Islam.
Pada sekitar abad ke tujuh Hijriyah, terjadilah invasi besar-besaran dari bangsa Mongol. Kita tahu bahwa Mongol dengan pemimpinnya Genghis Khan akhirnya berhasil menguasai hampir sebagian besar Asia dan Eropa. Tidak terkecuali juga kekhalifahan Islam. Baghdad sebagai kota terbesar dan pusat dunia Islam menjadi target invasi pertama bangsa Mongol. Diutuslah Hulagu Khan, cucu dari Genghis Khan untuk menginvasi Baghdad. Khalifah di Baghdad waktu itu adalah Al Musta'sim, yang sudah siap untuk melawan bangsa Mongol demi mempertahankan kota Baghdad.
Akan tetapi penasihat khalifah memberikan saran agar mengadakan perjanjian damai dengan Mongol, sebenarnya penasihat khalifah tersebut berkonspirasi dengan Mongol agar ia bisa dijadikan khalifah selanjutnya. Untuk menghindari jatuh korban, Al Musta'sim menyetujui dan menemui Hulagu di luar kota Baghdad.
Seperti sudah direncanakan, Al Musta'sim dibunuh beserta semua delegasinya. Ada semacam pemikiran di kalangan bangsa Mongol jika darah seorang pemimpin sampai menyentuh tanah dimana ia memimpin, maka mereka akan kalah perang. Karenanya Al Musta'sim tidak dibunuh dengan pedang tapi dimasukkan dalam karung dan karung tersebut ditombaki dan dinjak dengan kuda. Naudzubillah min dzallik. Begitu pula dengan penasihat khalifah yang berkonspirasi dengan bangsa Mongol sendiri turut dibunuh. Akhirnya masuklah bangsa Mongol ke kota Baghdad.
Dimulailah pembantaian rakyat sipil yang sama sekali tidak siap dengan perang. Mau tidak mau, kota Baghdad yang pada waktu itu dipenuhi oleh ilmuwan, menyerah karena tidak bisa melawan. Namun akhirnya rakyat sipil yang sudah menyerah itupun dibantai secara brutal. Begitu pula dengan hasil karya mereka. Banjirlah Baghdad dengan merah, warna darah dan hitam warna tinta dari literatur dan buku ilmu pengetahuan.
Setelah hancurnya Baghdad satu persatu kota-kota Islam lainnya mulai berhasil dikuasai Mongol. Sampai akhirnya Hulagu siap menginvasi Mesir, yang pada waktu itu dipimpin oleh Khalifah Qutuz. Dikirimlah utusan dengan surat yang memerintahkan Qutuz menyerah dan menyerahkan Mesir kepada Mongol. Qutuz sudah mendengar bahwa bangsa Mongol merupakan bangsa yang susah ditaklukan, namun ia beriman kepada Allah. Hanya Allah-lah yang patut untuk ditakuti. Karenanya tidak patut seorang hamba Allah takut kepada sesama makhluk ciptaan-Nya. Ia merobek surat dan memenggal utusan yang membawa surat itu dan digantung di pintu gerbang Kahera (Kairo) untuk memicu semangat dan meningkatkan moral pasukan Muslim.
Dengan jawaban seperti, Qutuz yakin bahwa ini akan mempercepat invasi Mongol ke Mesir. Di Mesir pada waktu terjadi perpecahan antara umat Islam. Dengan tujuan agar dapat membela Mesir dan Islam, Qutuz berhasil menyatukan pihak-pihak yang berseturu di Mesir, seperti salah satu yang terkenal adalah Sultan Mamluk, Baibar. Daripada menunggu diserang, Qutuz beserta semua khalifah di Mesir berusaha memukul mundur pasukan Mongol di luar kota. Akhirnya mereka bertemu di daerah Ain Jalut, sekitar Palestina utara. Pertempuran ini dikenal sebagai Perang Ain Jalut. Mereka kuat dalam perlengkapan perang seperti senjata, cadangan makanan, dan moral yang tinggi karena tidak pernah terkalahkan, dan pengalaman perang. Sedangkan pasukan Islam dengan persiapan seadanya, tapi dengan satu bekal kuat yaitu iman kepada Allah.
Ketika pertempuran berlangsung, sepertinya kekalahan akan diterima oleh pasukan muslim. Para pasukan terpukul mundur dan mulai kehilangan orang. Sementara pasukan Mongol terus menekan pasukan Muslim. Menurut perhitungan, kekalahan tinggal menunggu waktunya. Di saat banyak sudah korban berjatuhan, bertindak sebagai seorang pemimpin, Qutuz tetap semangat dan berusaha untuk kembali mengembalikan moral pasukan Muslim. Dengan menaiki sebongkah batu, beliau melepaskan pelindung kepalanya dan meneriakkan salah satu kalimat yang historis dalam Islam, "Islamah... Islamah..." yang berarti "Demi Islam... Demi Islam..." sambil diiringi sedikit isak tangis. Mendengar kalimat itu, para panglima pasukan Muslim yang tadinya mulai mundur, ikut mengumandangkan kalimat "Islamah... Islamah.." Yang pada akhirnya diikuti oleh semua pasukan Muslim. Seakan-akan mendapat energi baru untuk melawan, para panglima pasukan Muslim menerjang pasukan Mongol. Dengan meneriakkan "Islamah... Islamah...", seluruh pasukan muslim yang masih hidup maju tanpa takut nyawa akan hilang. Karena toh, mati di medan perang adalah syahid.
Pada akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Muslim dan mematahkan mitos bahwa pasukan Mongol tidak terkalahkan. Dengan bantuan Allah semua itu bisa dilakukan. Pasukan Mongol terpaksa mundur ke Baghdad. Kemenangan di perang Ain Jalut ini membuka jalan untuk kembali mengembalikan Islam di Baghdad. Dengan bantuan Allah, akhirnya Qutuz berhasil mengembalikan Islam ke Baghdad.
Kalau kita lihat cuplikan sejarah Baghdad di atas, mungkin Anda akan merasakanb deja vu (terulang kembali). Begitulah keadaannya. Kita pun akan melihat nantinya sekuat apapun suatu kekuatan, insya Allah akan hancur seperti halnya pasukan Mongol. Demikian pula ketika kita dalam keadaan yang mempunyai kekuatan, hendaknya berlaku adil. Hal ini terjadi ketika khalifah Qutuz kembali meng-Islamkan Baghdad, dimana banyak penduduk Mongol yang menyerah. Mereka tidak dibunuh, mereka tidak disakiti, mereka dibiarkan hidup. Yang pada akhirnya... mereka memeluk Islam. Subhanallah. Wallahu'alam bishshawab. (Kompilasi dari berbagai sumber
Ashabiyah
Ashabiyah
Apa yang terjadi ketika Khalid bin Walid, panglima yang sukses menggulung Romawi, tiba-tiba mendapat surat pemberhentian dari Khalifah Umar bin Khatab? Umar mengangkat Abu Ubaidah yang dipandang lebih cocok sebagai ''problem solver'' untuk daerah-daerah baru, sementara itu Khalid cocoknya sebagai ''solidarity maker'' untuk masa-masa genting.
Khalid tidak protes, somasi, atau bahkan mem-PTUN-kan Umar, meski dia diberhentikan tanpa kesalahan apa pun, juga bukan karena pensiun. Khalid juga tidak lalu memprovokasi pasukannya dengan isu suku, ras, dan antargolongan karena semua itu termasuk dalam ashabiyah.
Khalid, misalnya, tidak menuduh Umar memecatnya karena ingin menggantinya dengan orang yang masih keluarga, sedaerah asal, sealmamater atau hal-hal diskriminatif lainnya. Khalid juga tidak menebar isu bahwa Umar masih punya dendam masa muda atau Umar takut popularitas Khalid menyainginya.
Khalid mengakui kewenangan Umar sebagai amirul mukminin yang berhak mengangkat dan memberhentikan para pejabat. Khalid taat kepada khalifah selama khalifah tidak menyuruh maksiat. Yang pasti, Khalid ikut dalam barisan jihad bukan karena mengharap jabatan dari Umar, namun demi keridaan Allah SWT! ''Aku berjuang bukan untuk Umar, tetapi untuk Tuhannya Umar,'' kata Khalid. Ini hal yang sangat penting.
Penggantian Khalid dengan Abu Ubaidah yang masih tergolong senior, walaupun ''Daftar Urut Kepangkatan''-nya beberapa tingkat di bawah Khalid merupakan suatu yang biasa. Rasulullah bahkan pernah mengangkat Usamah bin Zaid sebagai panglima, membawahi sahabat-sahabat senior yang lain. Waktu itu usia Usamah belum 20 tahun! Jadi, Rasulullah menunjukkan bahwa seorang pemimpin diangkat sesuai dengan kapasitasnya, karakternya, serta segudang pertimbangan lain.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak tokoh dunia yang sudah menjadi tokoh pada usia 20-an, seperti Khalifah Harun al Rasyid, Muhammad al-Fatih penakluk Konstantinopel, Hasan al-Bana pendiri Ikhwanul Muslimin, Panglima Besar Jenderal Sudirman, sampai Bill Gates boss Microsoft. Fakta-fakta ini menegaskan bahwa pengalaman, wawasan, kemampuan memberikan solusi, tidak selalu paralel dengan usia/senioritas. Pendek kata, seniorisme (pandangan bahwa senioritas itu jaminan kualitas) adalah mitos belaka!
Karena itu, bila seseorang pejabat senior diganti dengan suatu mekanisme yang sah, sudah seharusnya dia ''legowo'', tidak perlu membawa-bawa sentimen almamater, angkatan, korps, daerah asal, dan agama. Rasulullah bersabda, ''Barang siapa menyerukan ashabiyah, berjuang karena ashabiyah, atau mati karena ashabiyah, dia bukan bersamaku.''
Solidaritas ashabiyah adalah ikatan emosional yang sangat lemah. Isu ini sering dimanfaatkan untuk menggalang dukungan bagi kepentingan pribadi seseorang, dan bila kepentingan ini tercapai, bisa jadi para pendukungnya ini dilupakan! Inilah yang sering terjadi dalam fenomena politik negeri ini.
Memang ashabiyah hanya laku di kalangan yang kurang berpendidikan, yang daya kritisnya mati, atau memang punya kultur menjilat. Maraknya pejabat yang mengalami post-power-syndrom, sakit hati karena senioritasnya di era reformasi ini kurang laku, dan lalu meniupkan isu SARA, ini terkait erat dengan tingkat berpikir masyarakat kita yang memang masih "primitif".
Karena itu, marilah kita introspeksi, masihkah kita percaya pada mitos seniorisme dan mengandalkan ashabiyah? Bila ya, mari kita segera bertobat!
Beginilah Musuh Islam
Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari'at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.
Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru"
"Baik permainan kedua," Ibu Guru melanjutkan. "Bu Guru ada Qur'an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu "dijaga" sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari'at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan."
"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?" tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang..."
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
***
Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam. Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya: "Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu." (9:32).
Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.
Maka tampak dari luar masih Muslim, padahal internal dalam jiwa ummat, khususnya generasi muda sesungguhnya sudah ibarat poteng (tapai singkong, peuyeum). Maka rasakan dan pikirkanlah itu dan ingatlah bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, ingatlah akan Hari Pengadilan. WaLlahu a'lam



.jpg)



